Pages

Monday, August 3, 2020

Pengelasan

Baca Juga: SMAW, GTAW, GMAW


Teknik las telah dipergunakan secara luas saat ini dalam penyambungan batang-batang pada konstruksi mesin. Lusanya penggunaan teknologi las disebabkan bangunan dan mesin yang dibuat dengan mempergunakan teknik penyambungan las menjadi lebih ringan dan proses pembuatannya juga lebih sederhana, sehingga biaya keseluruhannya menjadi lebih murah. Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam konstruksi sangat luas meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran, pipa transmisi bawah laut, kendaraan rel dan lain sebagainya.

Disamping untuk pembuatan, proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran, membuat lapisan keras pada perkakas, mempertebal bagian-bagian yang aus dan macam-macam reparasi lainnya. Pengelasan bukan tujuan utama dari konstruksi, tetapi hanya merupakan sarana untuk mencapai ekonomi pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las dan cara pengelasan harus betul-betul memperhatikan kesesuaian antara sifat-sifat las dengan kegunaan konstruksi serta keadaan disekitarnya.

Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnya di dalamnya banyak masalah-masalah yang harus diatasi di mana pemecahannya memerlukan bermacam-macam pengetahuan. Karena itu dalam pengelasan, pengetahuan harus turut serta mendampingi praktek. Secara lebih terperinci dapat dikatakan bahwa dalam perancangan konstruksi bangunan dna mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara pengelasan, cara pemeriksaan, bahan las dan jenis las yang dipergunakan, berdasarkan fungsi bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang.

Berdasarkan definisi dari Duetche Industrie Normen (DIN) las adalah ikatan metalurgis pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Saat ini telah digunakan lebih dari 40 jenis pengelasan termasuk pengelasan yang dilaksanakan dengan hanya menekan dua logam yang disambung sehingga terjadi ikatan antara atom-atom atau molekul-molekul dari logam yang disambungkan.

Proses pengelasan ialah proses penyambungan logam dengan pemanasan setempat, sehingga terjadi ikatan metalurgis antara logam-logam yang disambung. Untuk memperoleh ikatan metalurgis tersebut logam induk atau logam pengisi harus mencair. Untuk mencairkan logam tersebut, diperlukan energi panas yang dapat diperoleh dengan berbagai cara, misalnya dengan pembakaran gas, tenaga listrik, gesekan dan sebagainya. Karena sifat kegunaannya, maka hasil pengelasan dituntut bermutu dan memenuhi persyaratan tertentu, baik dalam pekerjaan pembuatan produk baru maupun dalam pekerjaan reparasi atau pemeliharaan.

Untuk dapat menghasilkan mutu lasan yang memenuhi persyaratan tertentu, pelaksanaan pengelasan harus mengikuti ketentuan tertentu. Dari sebab itu pengetahuan tentang pengelasan perlu dikuasai oleh para pelaksana pengelasan baik mengenai pengetahuan tentang bahan, proses kerja, variabel-variabel dan parameter-parameter pengelasan, inspeksi maupun aplikasinya.

Klasifikasi cara-cara pengelasan
Berdasarkan klasifikasi ini pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu, pengelasan cair, pengelasan tekan dan pematrian.
  1. Pengelasan cair adalah cara pengelasan di mana sambungan dipanaskan sampai mencair dengan sumber panas dari bususr listrik atau semburan api gas yang terbakar.
  2. Pengelasan tekan adalah cara pengelasan di mana sambungan dipanaskan dan kemudian ditekan hingga menjadi satu.
  3. Pematrian adalah cara pengelasan di mana sambungan diikat dan disatukan dengan menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah. Dalam cara ini logam induk tidak turut mencair.


Gambar 1. Klasifikasi Las
Sumber : Klas Weman, Welding process handbook,Woodhead Publishing Ltd, 2012

Prosedur Pengelasan:

1. Proses Las
Proses las merupakan jenis pengelasan yang digunakan seperti proses las SMAW, GTAW, GMAW dan proses las lainnya

2. Spesifikasi material.
Material dapat mempengaruhi hasil pengelasan . Misalnya pengaruh penyiapan material ditentukan oleh komposisi kimiawinya. Retak dizona terimbas panas (heat affected zone/ HAZ ) sangat dipengaruhi oleh komposisi kimiawi bahan dasar, karenanya komposisi kimiawi ini perlu diketahui . Sifat bahan las juga dapat dipengaruhi oleh komposisi kimiawi bahan dasar, terutama dimana pengelasan menghasilkan tingkat dilusi yang cukup tinggi . Karenanya penting untuk diketahui kandungan bahan paduan (alloy content) . Elemen pembentuk kristal didalam bahan dasar dapat mempengaruhi tingkat kekuatan dan pengerasannya ( hardenability ) .

3. Pengelasan didalam ruangan atau lapangan
Pengendalian keseluruhan prosedur las sangat dipengaruhi oleh apakah pengelasan dilaksanakan didalam ruangan atau dilapangan . Kondisi cuaca dilapangan akan merubah secara drastis cara pengendalian pelaksanaan las

4. Persiapan sisi (edge preparation )
Terdapat banyak alasan untuk memasukkan persiapan sisi kedalam prosedur las . Akses secukupnya merupakan faktor penting seperti misalnya bahan las yang terdeposisi akan berfusi dengan bahan dasar. Prosedur las harus mencakup bukan hanya bentuk persiapan, namun juga penyelesaian permukaannya (surface finish) . Permukaan yang berlapis kerak atau oksida tebal akan menyebabkan fusi tidak sempurna (lack of fusion) , terperangkapnya oksida (trapped oxide), atau porositas yang tidak dapat diterima .

5. Metode pembersihan
Bagaimana permukaan bahan dipersiapkan sebelum dilas merupakan factor yang perlu diperhatikan seperti misalnya baja mungkin hanya perlu pembersihan menggunakan penyikatan ( brushing ) secara manual atau mekanikal, sedangkan aluminium memerlukan pencucian secara kimiawi (chemical cleaning) seperti solvent untuk menghasilkan permukaan yang siap las. Terkait dengan hal tersebut, inspeksi pada permukaan bahan sebelum dilas juga diperlukan untuk meyakinkan bahwa tidak terdapat cacat material dasar yang dapat mempengaruhi mutu pengelasan.

6. Penyetelan sambungan (sketsa).
Penyetelan sambungan (sketsa) menggunakan perangkat rakit (JIG) atau las cantum (tacking). Penyetelan komponen sambungan las merupakan faktor yang sangat menentukan pada pengelasan sambungan yang hanya dapat dilaksanakan pada satu sisi/ pihak saja. Celah sambungan akan mempengaruhi jumlah fusi pada akar las. Apabila digunakan perangkat perakit secara mekanis untuk penyetelan komponen rakitan, maka perlu diketahui berapa banyak bahan las yang akan dideposisikan sebelum perangkat mekanis ini dicabut/ dibongkar .

7. Jenis Sambungan dan Posisi Pengelasan
Dalam aplikasi dikenal ada 5 jenis sambungan jenis sambungan dasar dan 4 posisi pengelasan. Jenis sambungan tersebut antara lain sambungan tumpul (butt joint), sambungan tumpang (lap joint), sambungan tee (tee joint), sambungan pojok (corner joint), sambungan sisi (edge joint). Sedangkan 4 posisi dalam pengelasan antara lain :
- Posisi 1G (flat atau datar)
- Posisi 2G (horizontal)
- Posisi 3G (vertical)
- Posisi 4G (overhead atau atas kepala)

Secara skematik, jenis sambungan dasar dan posisi pengelasan ditunjukkan pada gambar 2. Gambar tersebut berlaku untuk pengelasan selain pipa.

Gambar 2. Sambungan dasar pengelasan untuk empat posisi pengelasan plat
(Sumber : AWS Welding Technology, 1991)

Untuk pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi (Gambar 3), yakni :
- Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.
- Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.
- Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi
- Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45o.

Gambar 3. Posisi pengelasan pipa untuk jenis butt weld
(Sumber : Sri Widharto, 2001)



Sedangkan untuk pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi (gambar 4), yaitu :
Posisi 1F (flat atau datar)
Posisi 2F (horizontal)
Posisi 3F (vertical)
Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

Gambar 4. Posisi pengelasan plat untuk jenis fillet weld.

Polaritas Listrik

Pada proses pengelasan listrik digunakan arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC). Penggunaan arus listrik ini tergantung pada beberapa pertimbangan antara lain jenis logam yang akan dilas maupun kedalaman penetrasi yang akan dicapai dalam pengelasan. Untuk jenis logam yang permukaannya terbentuk oksid seperti aluminium dan magnesium serta logam-logam non ferro yang lain arus AC (alternating current) dan DCEP (direct current electrode positive) digunakan. Arus AC dan DCEP ini digunakan untuk mengelupas lapisan oksida yang akan terjadi akibat adanya aliran elektron dari benda kerja menuju elektroda pada arus DCEP maupun pada setengah siklus AC. Selain dengan kedua arus di atas hampir tidak mungkin logam yang bersangkutan dapat dilas dengan baik mengingat titik cair oksid logam tadi jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan titik cair logam yang bersangkutan.

Penggunaan jenis arus juga mempengaruhi kedalaman penetrasi yang akan dibentuk. Pada arus AC distribusi panasnya terjadi 1/2 untuk benda kerja dan 1/2 untuk elektroda. Pada arus DCEP 2/3 panas terjadi pada elektroda dan 1/3 sisanya terjadi pada benda kerja, sedangkan pada arus DCEN terjadi sebaliknya yaitu 1/3 panas untuk elektroda dan 2/3 panas sisanya terjadi pada benda kerja. Konsekuensi distribusi panas yang berbeda ini akan berpengaruh pada kedalaman penetrasi yang berbeda. Pada AC kedalaman penetrasi sedang dengan lebar kawah sedang. Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif. Skematik polaritas listrik DCEP dan DCEN diberikan pada gambar 5 berikut:





Gambar 5. Polaritas listrik DCEN dan DCEP
(sumber : B4T Bandung, 2001)


Download:

1. Laporan Praktikum


Baca Juga:  DAFTAR ISI

Artikel jurnal tentang pengelasan: https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=pengelasan&btnG=


Pertanyaan umum:

1. Sebutkan 7 jenis prosedur las yang harus diperhatikan

2. Sebutkan posisi pengelasan untuk jenis sambungan:

    a. Pelat

    b. Pipa

3. Apa perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN

65 comments:

  1. Replies
    1. Nama: Helmi Maulana
      Trm c2
      1921301063

      Posisi pengelasan untuk jenis sambungan :
      A.plat
      Pengelasan plat dengan jenis fillet wield,posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi,yakni:
      1.1f (flat atau datar)
      2.2f(horizontal)
      3.3f(vertikal)
      4.4f(overhead atas kepala)


      B.pipa

      Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld),posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi,yakni:
      -posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.
      -posisi 2G untuk kategori posisi horizontal .
      -posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi.
      -posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45o

      2.perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
      •pada DCEP,lebar kawah lebih besar Dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC .pada DCEN,lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila di bandingkan AC.secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda kutup positif dan klam masanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam masa pada kutub positif.

      Delete
  2. 1.) A.) Fillet Weld Plate. PA : Datar atau Flat. PB : Horizontal.
    Butt Weld Plate. PA Datar atau Flat. PB : Horizontal

    B.) Fillet Weld Pipe. PA : Datar atau Flat, Axis 45 Degree, Pipe Rotated. PB : Horizontal, Axis Vertical, Pipe Fixed. ...
    Butt Weld Pipe. PA : Flat, Axis Horizontal, Pipe Rotated.

    2.) 3. Elektroda arus searah positif (DCEP) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas terbalik.. Elektroda arus searah negatif (DCEN) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas Lurus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf pak. yang jawab ini MUHAMMAD SAIFANNUR (B-2) TRM

      Delete
  3. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  4. 1. A. untuk pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi, yaitu :

    Posisi 1F (flat atau datar)
    Posisi 2F (horizontal)
    Posisi 3F (vertical)
    Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Untuk pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi, yakni :
    -Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.

    -Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.

    -Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi

    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45°.

    2. Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  5. 1)A.plat
    pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yaitu :

    Posisi 1F (flat atau datar)-Posisi 2F (horizontal)-Posisi 3F (vertical)-Posisi 4F (overhead atau atas kepala)
    B.pipa
    pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni :

    -       Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.

    -       Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.

    -       Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welderberotasi

    -       Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45o.

    2)dcep:elektroda pada posisi kutub positif,digunakan untuk mengelupas lapisan oksida yang akan terjadi akibat adanya aliran elektron dari benda kerja menuju elektroda pada arus DCEP maupun pada setengah siklus AC
    Dcen:elektroda pada posisi negatif,Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC

    ReplyDelete
  6. Unknown17 September 2020 22.05

    1)A.plat
    pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yaitu :

    Posisi 1F (flat atau datar)-Posisi 2F (horizontal)-Posisi 3F (vertical)-Posisi 4F (overhead atau atas kepala)
    B.pipa
    pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni :

    -       Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.

    -       Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.

    -       Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welderberotasi

    -       Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45o.

    2)dcep:elektroda pada posisi kutub positif,digunakan untuk mengelupas lapisan oksida yang akan terjadi akibat adanya aliran elektron dari benda kerja menuju elektroda pada arus DCEP maupun pada setengah siklus AC
    Dcen:elektroda pada posisi negatif,Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC

    ReplyDelete
  7. 1. A. Plat
    Posisi Pengelasan untuk Groove Welds Plate:
    1 G (Posisi Pengelasan datar).
    2G (Posisi Pengelasan Horizontal).
    3G (Posisi Pengelasan Vertikal).
    4G (Posisi Pengelasan di atas kepala atau Overhead).

    B. Pipa
    Posisi Pengelasan pada Groove Welds Pipa:
    1G (Posisi Pengelasan datar pipanya dapat diputar).
    2G (Posisi Pengelasan Horizontal pipa dapat diputar).
    5G (Posisi Pengelasan Vertikal namun pipa tidak dapat diputar, sehingga tukang las yang berputar).
    6G (Posisi Pengelasan pipanya miring sekitar 45 derajat dan statis atau tidak dapat diputar).

    2. Elektroda arus searah positif (DCEP) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas terbalik.. Elektroda arus searah negatif (DCEN) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas Lurus.

    ReplyDelete
  8. 7 September 2020 22.05

    1)A.plat
    pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yaitu :

    Posisi 1F (flat atau datar)-Posisi 2F (horizontal)-Posisi 3F (vertical)-Posisi 4F (overhead atau atas kepala)
    B.pipa
    pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni :

    -       Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.

    -       Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.

    -       Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welderberotasi

    -       Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45o.

    2)dcep:elektroda pada posisi kutub positif,digunakan untuk mengelupas lapisan oksida yang akan terjadi akibat adanya aliran elektron dari benda kerja menuju elektroda pada arus DCEP maupun pada setengah siklus AC
    Dcen:elektroda pada posisi negatif,Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC

    ReplyDelete
  9. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  10. 1.a) posisi pengelasan plat ada 4:
    1.posisi 1F(flat atau datar)
    2.posisi 2F(horizontal)
    3.posisi 3F(vertikal)
    4.posisi 4F(overhead atau atas kepala.

    b) posisi pengelasan pipa ada 4:
    1.posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.
    2.posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.
    3.posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi.
    4.posisi 6G untuk kategori posisi objek tetap dan berada pada posisi 45°.

    2.perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  11. 1. A. untuk pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi, yaitu :

    Posisi 1F (flat atau datar)
    Posisi 2F (horizontal)
    Posisi 3F (vertical)
    Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Untuk pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi, yakni :
    -Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.

    -Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.

    -Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi

    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45°.

    2. Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  12. 1. A. Plat
    Posisi Pengelasan untuk Groove Welds Plate:
    1 G (Posisi Pengelasan datar).
    2G (Posisi Pengelasan Horizontal).
    3G (Posisi Pengelasan Vertikal).
    4G (Posisi Pengelasan di atas kepala atau Overhead).

    B. Pipa
    Posisi Pengelasan pada Groove Welds Pipa:
    1G (Posisi Pengelasan datar pipanya dapat diputar).
    2G (Posisi Pengelasan Horizontal pipa dapat diputar).
    5G (Posisi Pengelasan Vertikal namun pipa tidak dapat diputar, sehingga tukang las yang berputar).
    6G (Posisi Pengelasan pipanya miring sekitar 45 derajat dan statis atau tidak dapat diputar).

    2. Elektroda arus searah positif (DCEP) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas terbalik.. Elektroda arus searah negatif (DCEN) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas Lurus.

    ReplyDelete
  13. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  14. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  15. 1). 1. Posisi Pengelasan untuk Groove
    Welds Plate:
    1G (Posisi Pengelasan datar).
    2G (Posisi Pengelasan Horizontal).
    3G (Posisi Pengelasan Vertikal).
    4G (Posisi Pengelasan di atas
    kepala atau Overhead).

    2. Posisi Pengelasan pada Groove
    Welds Pipa:
    1G (Posisi Pengelasan datar
    pipanyaa dapat diputar).
    2G (Posisi Pengelasan Horizontal
    pipa dapat diputar).
    3G (Posisi Pengelasan Vertikal
    namun pipa tidak dapat
    diputar, sehingga tukang las
    yang berputar).
    4G (Posisi Pengelasan pipanya
    miring sekitar 45 derajat
    dan statis atau tidak dapat
    diputar).

    2). 1. Perbedaan Polaritas DCEN (DCSP)
    dan DCEP (DCRP):
    1. Busur listrik pada pengelasan
    stick welding bergerak dari
    elektrode ke material dasar
    sehingga tumbukan elektron
    berada di material dasar yang
    berakibat 2/3 panas berada di
    material dasar dan 1/3 panas
    berada di elektroda.
    2. Pada polaritas DCEN
    menghasilkan pencairan
    material dasar lebih banyak
    dibanding elektrodanya hasil
    las mempunyai penetrasi yang
    dalam, sehingga baik
    digunakan pada pengelasan
    yang lambat, wilayah yang
    sempit dan untuk pelat yang
    tebal.

    ReplyDelete
  16. 1. A. untuk pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi, yaitu :

    Posisi 1F (flat atau datar)
    Posisi 2F (horizontal)
    Posisi 3F (vertical)
    Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Untuk pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi, yakni :
    -Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.

    -Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.

    -Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi

    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45°.

    2. Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  17. Ali Umar Alfonso_A-2 TRMSeptember 17, 2020 at 10:19 PM

    1. A. Plat
    Posisi Pengelasan untuk Groove Welds Plate:
    1G (Posisi Pengelasan datar).

    2G (Posisi Pengelasan Horizontal).

    3G (Posisi Pengelasan Vertikal).

    4G (Posisi Pengelasan di atas kepala atau Overhead).

    B. Pipa
    Posisi Pengelasan pada Groove Welds Pipa:
    1G (Posisi Pengelasan datar pipanya dapat diputar).

    2G (Posisi Pengelasan Horizontal pipa dapat diputar).

    5G (Posisi Pengelasan Vertikal namun pipa tidak dapat diputar, sehingga tukang las yang berputar).

    6G (Posisi Pengelasan pipanya miring sekitar 45 derajat dan statis atau tidak dapat diputar).

    2. Elektroda arus searah positif (DCEP) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas terbalik. Elektroda arus searah negatif (DCEN) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas Lurus.

    ReplyDelete
  18. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  19. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  20. 1.Sebutkan posisi pengelasan untuk jenis sambungan !
    A. Plat
    Pengelasan plat jenis fillet weld terdiri dari 4 posisi yaitu:
    • Posisi 1F :flat atau datar
    • Posisi 2F :horizontal
    • Posisi 3F :vertikal
    • Posisi 4F :overhead(atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    • Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.
    • Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.
    • Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi
    • Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45o.

    2. Apa perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN !
    • Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  21. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  22. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  23. 1. sebutkan posisi pengelasan untuk jenis sambungan
    A. pelat
    -Posisi 1F (flat atau datar)
    -Posisi 2F (horizontal)
    -Posisi 3F (vertical)
    -Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. pipa
    Untuk pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi, yakni :
    -Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.

    -Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.

    -Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi

    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45°.


    2. Apa perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.

    - DCEP, adalah lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC.
    - DCEN, adalah Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan
    polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan
    DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  24. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  25. 1.
    A posisi pengelasan pada plat
    1.posisi 1F (posisi plat/datar)
    2.posisi 2F (posisi horizontal)
    3.posisi 3F (posisi vertikal)
    4.posisi 4F (posisi over head/atas kepala)

    B.posisi pengelasan pada pipa
    1.posisi 1G kategori posisi datar dengan objek yang berotasi
    2.posisi 2G kategori posisi horizontal dengan objek yang tetap
    3.posisi 5G kategori posisi datar dengan objek yang tetap
    4.posisi 6G kategori posisi 45°dengan objek yang tetap

    2. Perbedaan DCEN dan DCEP
    DCEN (direct current elektrode negative ) adalah tipe aliran listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus negatif sedangkan benda kerja dialirkan arus positif . DCEN menciptakan tingkat leleh elektroda yang tinggi sehingga menciptakan cekungan kampuh yang dalam dan polarity DCEN ini biasanya digunakan pada pengelasan benda kerja diatas 25 mm. Sementara

    DCEP ( direct current elektrode positif) adalah aliran arus listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus positif sedangkan benda kerja dialirka arus negatif. DCEP menciptakan karakter busur terbaik dan banyak digunakan pada pengelasan dengan ketebalan benda kerja dibawah 25mm, sebab tingkat leleh elektroda yang rendah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komentar ini atas nama Edi agel pranata dari kelas TRM 2A

      Delete

  26. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  27. Andreas
    TRM A2
    1.(A).Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi ialah :
    Posisi 1F (flat atau datar),Posisi 2F (horizontal),Posisi 3F (vertical),Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    (B).Untuk Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi , yakni :
    - Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi
    - Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45o.
    2. Perbedaan DCEN dan DCEP
    DCEN (direct current elektrode negative ) adalah tipe aliran listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus negatif sedangkan benda kerja dialirkan arus positif . DCEN menciptakan tingkat leleh elektroda yang tinggi sehingga menciptakan cekungan kampuh yang dalam dan polarity DCEN ini biasanya digunakan pada pengelasan benda kerja diatas 25 mm. Sementara

    DCEP ( direct current elektrode positif) adalah aliran arus listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus positif sedangkan benda kerja dialirka arus negatif. DCEP menciptakan karakter busur terbaik dan banyak digunakan pada pengelasan dengan ketebalan benda kerja dibawah 25mm, sebab tingkat leleh elektroda yang rendah

    ReplyDelete
  28. Nama : T Riyan Hidayat
    Nim: 1921301062
    Ruang: B2

    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:

    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa

    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.

    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  29. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan yaitu
    A.Plat
    Pengelasan Plat dengan jenis fillet weld da 4 posisi
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B.Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (buat weld) ada 4 posisi
    1. Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi
    2.Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal
    3.Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi
    4. posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45°


    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN
    -pada DCEP,lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal daripada AC.
    -Pada DCEN,lebar kawah lebih sempit dengan kedalaman penetrasi lebih dalam daripada AC.
    Secara umum perbedaan polaritas DCEP dan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif.sedangkan pada DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massanya pada kutub positif

    ReplyDelete
  30. Dara Misbahul Jannah
    Ruang 2B TRM
    Nim 1921301047

    ReplyDelete
  31. Dara Misbahul Jannah
    Ruang 2B TRM
    nim 1921301047

    ReplyDelete

  32. Nama : Azhari
    Nim : 1921301040
    Kelas :B2

    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.

    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  33. Nama:Nuhari Azman
    Kls:Trm 2A
    Nim:1921301010
    1.
    A posisi pengelasan pada plat
    1.posisi 1F (posisi plat/datar)
    2.posisi 2F (posisi horizontal)
    3.posisi 3F (posisi vertikal)
    4.posisi 4F (posisi over head/atas kepala)

    B.posisi pengelasan pada pipa
    1.posisi 1G kategori posisi datar dengan objek yang berotasi
    2.posisi 2G kategori posisi horizontal dengan objek yang tetap
    3.posisi 5G kategori posisi datar dengan objek yang tetap
    4.posisi 6G kategori posisi 45°dengan objek yang tetap

    2. Perbedaan DCEN dan DCEP
    DCEN (direct current elektrode negative ) adalah tipe aliran listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus negatif sedangkan benda kerja dialirkan arus positif . DCEN menciptakan tingkat leleh elektroda yang tinggi sehingga menciptakan cekungan kampuh yang dalam dan polarity DCEN ini biasanya digunakan pada pengelasan benda kerja diatas 25 mm. Sementara

    DCEP ( direct current elektrode positif) adalah aliran arus listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus positif sedangkan benda kerja dialirka arus negatif. DCEP menciptakan karakter busur terbaik dan banyak digunakan pada pengelasan dengan ketebalan benda kerja dibawah 25mm, sebab tingkat leleh elektroda yang rendah.

    ReplyDelete
  34. Nama :Roni Rahmatullah
    Nim :1921301023
    Kls :B2 trm


    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  35. Nama :Roni Rahmatullah
    Nim :1921301023
    Kls :B2 trm


    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  36. Nama :Roni Rahmatullah
    Nim :1921301023
    Kls :B2 trm


    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  37. Dara Rauzatul jannah 2A Trm Nim: 1921301045September 18, 2020 at 12:12 AM

    1.Posisi pengelasan untuk sambungan
    a. plat terbagi menjadi 4 posisi
    1.Posisi1F ( flat atau datar)
    2.Posisi 2F (horizontal)
    3.Posisi 3F (vertical)
    4.Posisi 4 F ( overhead atau atas
    kepala
    b. Pengelasan pipa dengan jenis
    sambungan tumpul( buat well)
    ada 4 posisi
    1.Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi
    2.Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal
    3.Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    4.Posisi 6G untuk kategori objek
    tetap dan berada pada posisi 45°

    2.Perbedaan polaritas DCEP dan DCEN
    *Pada DCEP,lebar kawah lebih besar
    dengan kedalaman penetrasi lebih
    dangkal daripada AC.
    *Pada DCEN,lebar kawah lebih sempit
    dengan kedalaman penetrasi lebih
    dalam daripada AC.
    Secara umum perbedaan polaritas DCEP dan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif.sedangkan pada DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massanya pada kutub positif.


    ReplyDelete
  38. 1.Posisi pengelasan untuk sambungan
    a. plat terbagi menjadi 4 posisi
    1.Posisi1F ( flat atau datar)
    2.Posisi 2F (horizontal)
    3.Posisi 3F (vertical)
    4.Posisi 4 F ( overhead atau atas
    kepala
    b. Pengelasan pipa dengan jenis
    sambungan tumpul( buat well)
    ada 4 posisi
    1.Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi
    2.Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal
    3.Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    4.Posisi 6G untuk kategori objek
    tetap dan berada pada posisi 45°

    2.Perbedaan polaritas DCEP dan DCEN
    *Pada DCEP,lebar kawah lebih besar
    dengan kedalaman penetrasi lebih
    dangkal daripada AC.
    *Pada DCEN,lebar kawah lebih sempit
    dengan kedalaman penetrasi lebih
    dalam daripada AC.
    Secara umum perbedaan polaritas DCEP dan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif.sedangkan pada DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massanya pada kutub positif.

    ReplyDelete
  39. 1Posisi pengelasan untuk sambungan
    a. plat terbagi menjadi 4 posisi
    1.Posisi1F ( flat atau datar)
    2.Posisi 2F (horizontal)
    3.Posisi 3F (vertical)
    4.Posisi 4 F ( overhead atau atas
    kepala
    b. Pengelasan pipa dengan jenis
    sambungan tumpul( buat well)
    ada 4 posisi
    1.Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi
    2.Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal
    3.Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    4.Posisi 6G untuk kategori objek
    tetap dan berada pada posisi 45°

    2.Perbedaan polaritas DCEP dan DCEN
    *Pada DCEP,lebar kawah lebih besar
    dengan kedalaman penetrasi lebih
    dangkal daripada AC.
    *Pada DCEN,lebar kawah lebih sempit
    dengan kedalaman penetrasi lebih
    dalam daripada AC.
    Secara umum perbedaan polaritas DCEP dan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif.sedangkan pada DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massanya pada kutub positif.

    ReplyDelete
  40. Nama:Muhammad Haikal
    Kls:Trm 2A
    Nim:1921301055
    1.
    A posisi pengelasan pada plat
    1.posisi 1F (posisi plat/datar)
    2.posisi 2F (posisi horizontal)
    3.posisi 3F (posisi vertikal)
    4.posisi 4F (posisi over head/atas kepala)

    B.posisi pengelasan pada pipa
    1.posisi 1G kategori posisi datar dengan objek yang berotasi
    2.posisi 2G kategori posisi horizontal dengan objek yang tetap
    3.posisi 5G kategori posisi datar dengan objek yang tetap
    4.posisi 6G kategori posisi 45°dengan objek yang tetap

    2. Perbedaan DCEN dan DCEP
    DCEN (direct current elektrode negative ) adalah tipe aliran listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus negatif sedangkan benda kerja dialirkan arus positif . DCEN menciptakan tingkat leleh elektroda yang tinggi sehingga menciptakan cekungan kampuh yang dalam dan polarity DCEN ini biasanya digunakan pada pengelasan benda kerja diatas 25 mm. Sementara

    DCEP ( direct current elektrode positif) adalah aliran arus listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus positif sedangkan benda kerja dialirka arus negatif. DCEP menciptakan karakter busur terbaik dan banyak digunakan pada pengelasan dengan ketebalan benda kerja dibawah 25mm, sebab tingkat leleh elektroda yang rendah.

    ReplyDelete
  41. Nama:T.alfazil rizki
    Nim :1921301034
    Kls : TRM A2
    1.
    A posisi pengelasan pada plat
    1.posisi 1F (posisi plat/datar)
    2.posisi 2F (posisi horizontal)
    3.posisi 3F (posisi vertikal)
    4.posisi 4F (posisi over head/atas kepala)

    B.posisi pengelasan pada pipa
    1.posisi 1G kategori posisi datar dengan objek yang berotasi
    2.posisi 2G kategori posisi horizontal dengan objek yang tetap
    3.posisi 5G kategori posisi datar dengan objek yang tetap
    4.posisi 6G kategori posisi 45°dengan objek yang tetap

    2. Perbedaan DCEN dan DCEP
    DCEN (direct current elektrode negative ) adalah tipe aliran listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus negatif sedangkan benda kerja dialirkan arus positif . DCEN menciptakan tingkat leleh elektroda yang tinggi sehingga menciptakan cekungan kampuh yang dalam dan polarity DCEN ini biasanya digunakan pada pengelasan benda kerja diatas 25 mm. Sementara

    DCEP ( direct current elektrode positif) adalah aliran arus listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus positif sedangkan benda kerja dialirka arus negatif. DCEP menciptakan karakter busur terbaik dan banyak digunakan pada pengelasan dengan ketebalan benda kerja dibawah 25mm, sebab tingkat leleh elektroda yang rendah

    ReplyDelete
  42. Nama :ilham rian fariski
    Nim. :1921301029
    Ruang:b2 trm


    Posisi pengelasan untuk sambungan
    a. plat terbagi menjadi 4 posisi
    1.Posisi1F ( flat atau datar)
    2.Posisi 2F (horizontal)
    3.Posisi 3F (vertical)
    4.Posisi 4 F ( overhead atau atas
    kepala
    b. Pengelasan pipa dengan jenis
    sambungan tumpul( buat well)
    ada 4 posisi
    1.Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi
    2.Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal
    3.Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    4.Posisi 6G untuk kategori objek
    tetap dan berada pada posisi 45°

    2.Perbedaan polaritas DCEP dan DCEN
    *Pada DCEP,lebar kawah lebih besar
    dengan kedalaman penetrasi lebih
    dangkal daripada AC.
    *Pada DCEN,lebar kawah lebih sempit
    dengan kedalaman penetrasi lebih
    dalam daripada AC.
    Secara umum perbedaan polaritas DCEP dan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif.sedangkan pada DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massanya pada kutub positif.

    ReplyDelete
  43. NAMA :AINA AMALIA
    NIM :1921301066
    kelas:b2-trm

    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  44. Nama :FACHRURRAZI
    Nim :1921301011
    Kelas :TRM.2C

    Posisi pengelasan untuk jenis sambungan PELAT. sebagai berikut:
    1G Flat
    2G Horizontal
    3G Vertikal
    4G Over Head
    G.untuk Groove sambungan tumpul.

    Untuk pengelasan sudut pada PELAT.
    1F. Flat
    2F. Horizontal
    3F. Vertikal
    4F. Over Head
    Untuk F adalah. FILLET

    Posisi pengelasan untuk jenis sambungan PIPA. Sebagai berikut:

    1G. Saat dilas pipa dapat diputar.
    2G. Pipa tidak bisa diputar.
    5G. Over head, Pipa tidak diputar.
    6G. Pipa dipasang miring dengan sudut 45 derajat, dilas keliling.

    perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.
    Pada arus DCEP 2/3 panas terjadi pada elektroda dan 1/3 sisanya terjadi pada benda kerja, sedangkan pada arus DCEN terjadi sebaliknya yaitu 1/3 panas untuk elektroda dan 2/3 panas sisanya terjadi pada benda kerja.

    ReplyDelete
  45. Nama : Muhammad
    Kelas:2c

    (1)
    A :posisi pengelasan pada sambungan pelat:
    1.posisi 1F (posisi plat/datar)
    2.posisi 2F (posisi horizontal)
    3.posisi 3F (posisi vertikal)
    4.posisi 4F (posisi over head/atas kepala)
    B:posisi pengelasan jenis sambungan pipa adalah sebagai berikut:
    1.posisi 1G kategori posisi datar dengan objek yang berotasi
    2.posisi 2G kategori posisi horizontal dengan objek yang tetap
    3.posisi 5G kategori posisi datar dengan objek yang tetap
    4.posisi 6G kategori posisi 45°dengan objek yang tetap.

    (2)Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah sebagai berikut:
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  46. Nama : Muhammad Fauzi
    Kelas. : 2A Teknologi Rekayasa Manufaktur
    Nim. : 1921301049

    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  47. Nama:Rizki Maulana
    Kls.:Trm 2A
    Nim :192130105
    1.
    A posisi pengelasan pada plat
    1.posisi 1F (posisi plat/datar)
    2.posisi 2F (posisi horizontal)
    3.posisi 3F (posisi vertikal)
    4.posisi 4F (posisi over head/atas kepala)

    B.posisi pengelasan pada pipa
    1.posisi 1G kategori posisi datar dengan objek yang berotasi
    2.posisi 2G kategori posisi horizontal dengan objek yang tetap
    3.posisi 5G kategori posisi datar dengan objek yang tetap
    4.posisi 6G kategori posisi 45°dengan objek yang tetap

    2. Perbedaan DCEN dan DCEP
    DCEN (direct current elektrode negative ) adalah tipe aliran listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus negatif sedangkan benda kerja dialirkan arus positif . DCEN menciptakan tingkat leleh elektroda yang tinggi sehingga menciptakan cekungan kampuh yang dalam dan polarity DCEN ini biasanya digunakan pada pengelasan benda kerja diatas 25 mm. Sementara

    DCEP ( direct current elektrode positif) adalah aliran arus listrik atau polarity yang digunakan untuk pengelasan dimana elektroda dialirkan arus positif sedangkan benda kerja dialirka arus negatif. DCEP menciptakan karakter busur terbaik dan banyak digunakan pada pengelasan dengan ketebalan benda kerja dibawah 25mm, sebab tingkat leleh elektroda yang rendah.

    ReplyDelete
  48. Nama:mahardika
    Kelas :trm c2
    Nim:1921301041
    1. untuk pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari

    Posisi 1F (flat atau datar)
    Posisi 2F (horizontal)
    Posisi 3F (vertical)
    Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Untuk pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi, yakni :
    -Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.

    -Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.

    -Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi

    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45°.

    2. Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  49. Nama : Muhammad hadian azizi
    Nim: 1921301017
    Ruang: B2
    Prodi :TRM
    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:

    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa

    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.

    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  50. Nama : Rizki Amanda
    Nim : 1921301020
    Ruang: B2

    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:

    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa

    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.

    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  51. Nama : Agus miswar
    Nim : 1921301006
    Kelas : trm c2
    1.
    A posisi pengelasan pada plat
    1.posisi 1F (posisi plat/datar)
    2.posisi 2F (posisi horizontal)
    3.posisi 3F (posisi vertikal)
    4.posisi 4F (posisi over head/atas kepala)

    B.posisi pengelasan pada pipa
    1.posisi 1G kategori posisi datar dengan objek yang berotasi
    2.posisi 2G kategori posisi horizontal dengan objek yang tetap
    3.posisi 5G kategori posisi datar dengan objek yang tetap
    4.posisi 6G kategori posisi 45°dengan objek yang tetap

    2.
    Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  52. Nama : m.ferdy wardhani
    Prodi : TRM C2
    NIM : 1921301018

    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.
    Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.
    Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi
    Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45°.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.

    Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC.

    Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  53. Nama:Muhammad Sandy Maulana
    Nim:1921301043
    Kelas:2C TRM


    1. A. Plat
    Posisi Pengelasan untuk Groove Welds Plate:
    1 G (Posisi Pengelasan datar).
    2G (Posisi Pengelasan Horizontal).
    3G (Posisi Pengelasan Vertikal).
    4G (Posisi Pengelasan di atas kepala atau Overhead).

    B. Pipa
    Posisi Pengelasan pada Groove Welds Pipa:
    1G (Posisi Pengelasan datar pipanya dapat diputar).
    2G (Posisi Pengelasan Horizontal pipa dapat diputar).
    5G (Posisi Pengelasan Vertikal namun pipa tidak dapat diputar, sehingga tukang las yang berputar).
    6G (Posisi Pengelasan pipanya miring sekitar 45 derajat dan statis atau tidak dapat diputar).

    2. Elektroda arus searah positif (DCEP) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas terbalik.. Elektroda arus searah negatif (DCEN) adalah apa yang kita gunakan untuk memanggil polaritas Lurus.

    ReplyDelete
  54. 1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.

    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  55. Nama : muhammad aulia
    Prodi : TRM C2
    NIM : 1921301037

    1.Posisi pengelasan untuk jenis sambungan:
    A. Plat Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    1. Posisi 1F (flat atau datar)
    2. Posisi 2F (horizontal)
    3. Posisi 3F (vertical)
    4. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)
    B. Pipa Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.
    Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.
    Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi
    Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45°.
    2.Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC.

    Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  56. Nama:feri Aulia
    Nim:1921301061
    Kelas:2C TRM
    Untuk pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari

    Posisi 1F (flat atau datar)
    Posisi 2F (horizontal)
    Posisi 3F (vertical)
    Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Untuk pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi, yakni :
    -Posisi 1G untuk kategori posisi datar dan objek berotasi.

    -Posisi 2G untuk kategori posisi horizontal.

    -Posisi 5G untuk kategori posisi datar dan welder berotasi

    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap dan berada pada posisi 45°.

    2. Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  57. NAMA : DEDE RESTU HERMAWAN
    NIM : 1721401020
    PRODI : D3 TEKNOLOGI MESIN

    1. ) 7 Jenis prosedur las yang harus diperhatikan :
    a. Sebuah. Nomor WPQR
    b. Kualifikasi tukang las
    c. Proses pengelasan
    d. Jenis Bahan / Jahitan
    e. Logam dasar
    f. Ketebalan pelat
    g. Suhu lintasan menengah
    2.) posisi pengelasan untuk jenis sambungan :
    A. Plat
    Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    a. Posisi 1F (flat atau datar)
    b. Posisi 2F (horizontal)
    c. Posisi 3F (vertical)
    d. Posisi 4F (overhead atau atas kepala)
    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    a. Posisi 1G untuk kategori posisidatar dan objek berotasi.
    b. Posisi 2G untuk kategori posisihorizontal.
    c. Posisi 5G untuk kategori posisidatar dan welder berotasi
    d. Posisi 6G untuk kategori objek tetapdan berada pada posisi 450.
    3.) perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN
    Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    ReplyDelete
  58. 1. A. Jenis dan diameter elektroda.
    B. Tegangan busur las.
    C. Besar arus las.
    D. Kecepatan pengelasan.
    E. Polaritas listrik.
    F. Menyiapkan alat bantu dan alat keselamatan kerja.
    G. Besarnya penembusan/penetrasi.
    2. A. Pengelasan plat dengan jenis fillet weld, posisi pengelasan terdiri dari 4 posisi yakni:
    - Posisi 1F (flat atau datar)
    - Posisi 2F (horizontal)
    - Posisi 3F (vertical)
    - Posisi 4F (overhead atau atas kepala)

    B. Pipa
    Pengelasan pipa dengan jenis sambungan tumpul (butt weld), posisi pengelasan terdiri atas 4 posisi yakni:
    -Posisi 1G untuk kategori posisi
    datar dan objek berotasi.
    -Posisi 2G untuk kategori posisi
    horizontal.
    -Posisi 5G untuk kategori posisi
    datar dan welder berotasi
    -Posisi 6G untuk kategori objek tetap
    dan berada pada posisi 45o.
    3. Perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN.
    ▪︎Pada DCEP, lebar kawah lebih besar dengan kedalaman penetrasi lebih dangkal bila dibanding AC. Pada DCEN, Lebar kawah lebih sempit dan kedalaman penetrasi lebih dalam bila dibandingkan AC. Secara umum, perbedaan polaritas DCEP dengan DCEN adalah DCEP posisi elektroda pada kutub positif dan klam massanya pada kutub negatif, sedangkan DCEN posisi elektroda pada kutub negatif dan klam massa pada kutub positif.

    Nama : Thamliha
    Nim :1621301066
    Alumi: TRM 4C

    ReplyDelete